6 Agt 2012

, ,   |  1 comment  |  

Palopo, Kota Kecilku

Palopo adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Selatan terletak di antara Kabupaten Tana Toraja di bagian barat, Kabupaten Luwu di utara dan selatan serta di timurnya adalah teluk Bone. Inilah tempat saya tinggal sewaktu kecil hingga lulus sekolah dasar. Dahulu kota Palopo masih belum terlalu ramai, sawah masih dimana-mana, perekonomian masih rendah dibuktikan masih minimnya pertokoan yang ada. Sekarang, Palopo mulai berkembang, sawah - sawah telah berubah menjadi perumahan - perumahan dan ruko - ruko. Untung saja kemacetan belum banyak melanda kota ini.


Kota Palopo Gerbang Kota Palopo

Banyak cerita menarik yang tersimpan di kota ini. Pengalaman sewaktu kecil, teman - teman kecil. Palopo yang sejuk hangat karena laut dan pegunungan sangat berdekatan. Namun kini mulai terkena atmosfer kota di kebanyakan tempat. Bangunan - bangunan kaku berdiri dimana-mana, persoalan lingkungan juga mulai perlahan - lahan mendera. Perlu antisipasi segera untuk Palopo yang berbeda dari kota - kota lain.

Pemerintah dan masyarakat palopo harus sadar bahwa palopo bisa saja bernasib sama dengan kota - kota lain di Indonesia bila tidak benar - benar sadar akan dampak lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya hingga penanganan sampah, agar tidak menggunung di Tempat Pembuangan Akhir. Hal ini harus benar-benar di pikirkan sejak dini. Harus juga dipersiapkan drainase yang baik untuk menghindarkan Palopo dari kebanjiran dan air yang menggenang di selokan - selokan. Penanaman - penanaman pohon kuat di tepi jalan untuk kesejukan pengendara di kemudian hari.

Pemerintah juga harus sadar pada pengembangan kesejahteraaan masyarakat. Karena, di kota lain sangat tinggi kesenjangan sosial, Di pagar sebelah rumah mewah terbangun di sebelahnya gubuk kecil yang isinya manusia-manusia yang sangat gelisah mencari sesuap nasi. Pemerintah perlu mengembangkan masyarakat - masyarakat kecil di Palopo agar tidak terjadi seperti kasus tadi.

Palopo juga harus segera membenahi sistem tata kota, agar Palopo bisa menjadi kota yang menarik. Perlu arsitek untuk setiap kontruksi, agar Palopo bisa menjadi kota yang di kemudian hari menjadi nyaman untuk lingkungan dan pemandangannya. Hal ini perlu disiapkan segera karena Palopo masih dalam proses pembangunan. Sangat sulit ketika palopo sudah sangat besar kemudian dilakukan penertiban bangunan untuk tata kota yang baik. tentunya akan sangat memakan biaya besar.

SEJARAH SINGKAT TERBENTUKNYA KOTA PALOPO

Kota Palopo, dahulu disebut Kota Administratip (Kotip ) Palopo, merupakan Ibu Kota Kabupaten Luwu yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor Tahun 42 Tahun 1986. Seiring dengan perkembangan zaman, tatkala gaung reformasi bergulir dan melahirkan UU No. 22 Tahun 1999 dan PP 129 Tahun 2000, telah membuka peluang bagi Kota Administratif di Seluruh Indonesia yang telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk dapat ditingkatkan statusnya menjadi sebuah daerah otonom.
Ide peningkatan status Kotip Palopo menjadi daerah otonom , bergulir melalui aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan status kala itu, yang ditandai dengan lahirnya beberapa dukungan peningkatan status Kotip Palopo menjadi Daerah Otonom Kota Palopo dari beberapa unsur kelembagaan penguat seperti :

1). Surat Bupati Luwu No. 135/09/TAPEM Tanggal 9 Januari 2001, Tentang Usul Peningkatan Status Kotip Palopo menjadi Kota Palopo.2).Keputusan DPRD Kabupaten Luwu No. 55 Tahun 2000 Tanggal 7 September 2000, tentang Persetujuan Pemekaran/Peningkatan Status Kotip Palopo menjadi Kota Otonomi, 3). Surat Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan No. 135/922/OTODA tanggal 30 Maret 2001 Tentang Usul Pembentukan Kotip Palopo menjadi Kota Palopo;4). Keputusan DPRD Propinsi Sulawesi Selatan No. 41/III/2001 tanggal 29 Maret 2001 Tentang Persetujuan Pembentukan Kotip Palopo menjadi Kota Palopo; Hasil Seminar Kota Administratip Palopo Menjadi Kota Palopo; Surat dan dukungan Organisasi Masyarakat, Oraganisasi Politik, Organisasi Pemuda, Organisasi Wanita dan Organisasi Profesi; Pula di barengi oleh Aksi Bersama LSM Kabupaten Luwu memperjuangkan Kotip Palopo menjadi Kota Palopo, kemudian dilanjutkan oleh Forum Peduli Kota.
 Akhirnya, setelah Pemerintah Pusat melalui Depdagri meninjau kelengkapan administrasi serta melihat sisi potensi, kondisi wilayah dan letak geografis Kotip Palopo yang berada pada Jalur Trans Sulawesi dan sebagai pusat pelayanan jasa perdagangan terhadap beberapa kabupaten yang  meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Tana Toraja dan Kabupaten Wajo serta didukung  dengan sarana dan prasarana yang memadai, Kotip Palopo kemudian ditingkatkan statusnya menjadi Daerah Otonom Kota Palopo
Tanggal 2 Juli 2002, merupakan salah satu tonggak sejarah perjuangan pembangunan Kota Palopo, dengan di tanda tanganinya prasasti pengakuan atas daerah otonom Kota Palopo oleh Bapak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia , berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2002 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Palopo dan Kabupaten Mamasa Provinsii Sulawesi Selatan , yang akhirnya menjadi sebuah Daerah Otonom, dengan bentuk dan model pemerintahan serta letak wilayah geografis tersendiri, berpisah dari induknya yakni Kabupaten Luwu.
Diawal terbentuknya sebagai daerah otonom, Kota Palopo hanya memiliki 4 Wilayah Kecamatan yang meliputi 19 Kelurahan dan 9 Desa. Namun seiring dengan perkembangan dinamika Kota Palopo dalam segala bidang sehingga untuk mendekatkan pelayanan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat , maka pada tahun 2006 wilayah kecamatan di Kota Palopo kemudian dimekarkan menjadi 9 Kecamatan dan 48 Kelurahan.
Kota Palopo dinakhodai pertama kali oleh Bapak Drs. H.P.A. Tenriadjeng, Msi, yang di beri amanah sebagai penjabat Walikota (Caretaker) kala itu, mengawali pembangunan Kota Palopo selama kurun waktu satu tahun , hingga kemudian dipilih sebagai Walikota defenitif oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palopo untuk memimpin Kota Palopo Periode 2003-2008, yang sekaligus mencatatkan dirinya selaku Walikota pertama di Kota Palopo.  

sumber
SEJARAH SINGKAT TERBENTUKNYA KOTA PALOPO

dari : http://www.palopokota.go.id/

1 komentar:

  1. aku juga pernag tinggal di kota palopo. Bahkan saya sering kepalopo sampai hari ini> Namaku a'bang orang memanggilku.

    padahal namaku adalah Sabran

    Salam kenal.

    BalasHapus